Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) adalah perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan. STAN memiliki Program Diploma I Keuangan spesialisasi Pajak dan spesialisasi Kepabeanan dan Cukai; Program Diploma III Keuangan spesialisasi Akuntansi, Pajak, Kepabeanan dan Cukai, Kebendaharaan Negara, Penilai dan Pengurusan Piutang dan Lelang Negara; dan Program Diploma IV Keuangan.
Kampus STAN berlokasi di Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, Banten. Khusus untuk Prodip III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, pendidikannya berlokasi di Pusdiklat Bea dan Cukai, Jl. Bojana Tirta III, Rawamangun, Jakarta Timur. Sementara Prodip I Keuangan Spesialisasi Pajak dan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, selain di kampus STAN, lokasi pendidikannya juga menyebar di Balai Diklat Keuangan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Sandang, Papan dan Pangan
Dibandingkan dengan mahasiswa di perguruan tinggi yang lain, mahasiswa STAN memiliki cara berpakaian yang lebih sopan dan rapi. Semua itu dibiasakan agar saat menjadi pegawai di Kementrian Keuangan nanti, budaya berpakaian yang sopan dan rapi bukan menjadi hal yang baru. Mahasiswa di Kampus STAN Bintaro pada hari Senin dan Rabu mengenakan kemeja putih dan celana hitam, pada hari Selasa dan Jumat mengenakan kemeja warna cerah dan celana warna gelap, sedangkan pada hari Kamis mengenakan kemeja batik. Bagi mahasiswa prodip III keuangan spesialisasi Kepabenan dan Cukai di Rawamangun, setiap hari harus memakai seragam Bea Cukai berwarna coklat lengkap dengan topi dan atribut lainnya. Namun sebelum dilantik, pakaian yang harus disandangkan adalah kemeja putih dan celana hitam.
Mahasiswa STAN di Bintaro secara umum bermarkas di Sarmili, Kalimongso, Ceger, Pondok Jurangmangu Indah (PJMI), Pondok Jaya (Ponjay) dan di Bintaro. Setiap daerah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Di Rawamangun, tempat bernaung mahasiswa STAN Prodip III Kepabeanan dan Cukai juga beragam. Sebagian besar berada di daerah Bujana Tirta, Rawamangun Muka Selatan, Gading Raya, Pisangan Lama dan Mugeni. Daerah-daerah tersebut juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang saling melengkapi.
Di kawasan kos sekitar Kampus STAN Bintaro, makanan cenderung lebih murah dibandingkan di kawasan kos sekitar Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun. Hal ini karena secara geografis, letak Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun berada di Kota Jakarta Timur sementara Kampus STAN di Tangerang Selatan. Atmosfer di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun-pun dipenuhi para pegawai DJBC yang memiliki saku lebih tebal dibanding mahasiswa STAN di Kampus STAN, hal ini juga menyebabkan biaya hidup di Rawamangun lebih mahal. Warung makan yang menjadi serbuan mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai karena terkenal nikmat dan murah antara lain Warung Jogja, Warung Ijo, Warung Nasi Uduk, Warteg Beni dan Warteg Ibu Tri. Kebanyakan, mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai mengidolakan Pisang Coklat (Piscok) dan jus sebagai jajanannya.
Dinamika dan Diklatsar Kepemimpinan
Studi Perdana Memasuki Kampus (DINAMIKA) adalah kegiatan perdana yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa STAN dari semua prodip. Dinamika bertujuan untuk mengenalkan kampus STAN kepada semua mahasiswa dan mahasiswi baru. Di kampus STAN Bintaro, dinamika diadakan selama seminggu. Ada banyak tugas yang harus diselesaikan para mahasiswa dan mahasiswi baru, semuanya harus dikerjakan dengan total dan maksimal. Fisik dan mental para mahasiswa dan mahasiswi baru ditempa agar menjadi baja yang selalu siap menjalani hari-hari di kampus Ali Wardhana. Setelah acara DINAMIKA, mahasiswa dan mahasiswi baru STAN dianggap telah siap untuk menuntut ilmu demi menjadi punggawa keuangan yang hebat.
Khusus untuk prodip III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, DINAMIKA selama seminggu dianggap belum memenuhi syarat dalam rangka memperbaiki mental dan fisik para prajuritnya. Di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun, para calon pegawai Bea Cukai ini masih harus menjalani rangkaian kegiatan yang lebih lama dan lebih menguras banyak tenaga dan pikiran. Acara tersebut dinamakan “Diklatsar Kepemimpinan” atau biasa disebut “Leadership Training (LT)”. Diklatsar Kepemimpinan diadakan lebih lama dari DINAMIKA. Jangka waktu berakhirnya Diklatsar Kepemimpinan tidak bisa ditentukan. Setiap angkatan jangka waktunya berbeda-beda, tergantung dari seberapa cepat angkatan tersebut mencapai indikator yang telah ditentukan. Semakin cepat kompak, bersatu, mengenal kawan satu angkatan dan mengenal senior, acara Diklatsar Kepemimpinan semakin cepat berakhir sehingga angkatan baru akan dilantik.
Apel dan Upacara Bendera
Pembeda utama dari Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai dengan spesialisasi yang lain adalah apel yang dilaksanakan setiap pagi, apel pulang dan upacara bendera setiap hari Senin pagi. Di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun, apel pagi dan apel pulang bersifat wajib. Semua mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, peserta Diklat Kesamaptaan dan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sedang diklat harus mengikuti apel sebagai sarana untuk mengabsen kelengkapan anggotanya. Apel dilaksanakan di lapangan di depan Gedung Padang Soedirjo. Dalam apel, pengambil apel atau pelatih dari kopassus akan memberikan update informasi terbaru dan memberikan pengarahan yang bermanfaat bagi para peserta apel.
Di kampus STAN Bintaro, apel mulai dirintis sejak dimulainya tahun akademik 2013. Peserta apel adalah mahasiswa Prodip I Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai. Beberapa minggu kemudian, secara bergantian beberapa kelas Prodip III Spesialisasi Akuntansi diwajibkan untuk mengikuti apel.
Upacara bendera di lakukan di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun setiap hari Senin pagi. Bertindak sebagai petugas upacara adalah peserta Diklat Kesamaptaan dan pegawai DJBC yang sedang diklat. Inspektur upacara bendera adalah pejabat struktural dari Pusdiklat Bea dan Cukai.
Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan
Di STAN, ada banyak organisasi kemahasiswaan dan elemen kampus diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Koperasi Mahasiswa (Kopma) STAN, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himas), Ikatan Mahasiswa Pajak (IMP), Himpunan Mahasiswa Penilai (HMP), Himpunan Mahasiswa Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (Hima-PPLN), Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran (Fokma), Komunitas Pajak dan Akuntansi Khusus (Kompak), Masjid Baitul Maal (MBM), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), Keluarga Mahasiswa Hindu dan Budha (KMHB), STAPALA, STAN English Club (SEC), KSR PMI Unit STAN, SPEAK STAN (SPESIALISASI ANTI KORUPSI STAN), Teater Alir, Voca Wardhana Choir, STAN Music Community. Sementara organisasi kemahasiswaan yang ada di Kampus Frans Seda Rawamangun adalah Korps Mahasiswa Bea dan Cukai (KMBC) dan Ikatan Mahasiswa Muslim Bea dan Cukai (IMMBC).
Kegiatan Kemahasiswaan di STAN Bintaro lebih beragam daripada di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun. UKM yang menjadi wadah minat dan bakat para mahasiswa STAN juga lebih beragam, sehingga untuk beberapa even mahasiswa dari Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai harus mengikuti di Bintaro, seperti DINAMIKA dan Pekan Mahasiswa (PEKMA).
Pekan mahasiswa STAN diadakan rutin setiap selesainya UTS. Ada banyak kejuaraan yang diperebutkan setiap spesialisasi. Semua bersaing di bidang olahraga, seni dan budaya untuk menunjukkan spesialisasi mana yang memiliki potensi terbaik dalam bidang tersebut. Pekan mahasiswa diadakan selama seminggu di Kampus STAN Bintaro, sehingga para penghuni Kampus Frans Seda di Rawamangun harus berhijrah sementara di Bintaro.
Kegiatan kemahasiswaan lain yang wajib diikuti mahasiswa STAN adalah Capacity Building. Dibagi kedalam 4 gelombang, peserta Capacity Building harus menjalani empat hari yang berbeda dengan hari biasanya. Dilatih oleh para KOPASSUS, para peserta harus tidur ditenda dan beralaskan tanah. Para peserta memang mendapat makan secara percuma, namun semua makanan harus bisa dihabiskan dalam dua puluh hitungan dari para pelatih. Capacity Building membentuk karakter mahasiswa STAN lebih disiplin, bergerak cepat, cinta tanah air dan mensyukuri nikmat Tuhan. Melalui Capacity Building, diharapkan setelah menjadi pegawai Kementerian Keuangan nanti, alumni STAN bisa merubah budaya buruk di Indonesia.
Budaya Salam, Senyum, Sapa dan Hormat
Sudah sejak lama budaya salam, senyum, sapa dan hormat diterapkan di Kampus Frans Seda Rawamangun. Setiap junior wajib memberi penghormatan kepada senior. Senior bukan hanya kakak tingkat semata, pejabat struktural, widyaiswara dan PKD pun merupakan senior yang harus dihormati oleh para juniornya. Jika mahasiswa bertemu dengan sesama mahasiswa, wajib hukumnya untuk saling tegur sapa dan memberi salam dibumbui dengan senyuman. Semua dilakukan agar rasa kekeluargaan, kekompakan dan kebersamaan semakin terbentuk dan melekat.
Di Kampus STAN Bintaro, budaya hormat mulai dibentuk sejak tahun akademik 2013. Melalui Capacity Building, para pelatih mengajarkan tata cara penghormatan dalam bermacam-macam situasi dan kondisi. Diharapkan warga Kampus Ali Wardhana tidak kalah dengan Warga Kampus Frans Seda dalam penerapan budaya salam, senyum, sapa dan hormat.
Survive Tanpa Srikandi
Tahun akademik 2013, mahasiswa STAN yang menempuh pendidikan di Rawamangun hanya ada 144 ksatria. Berkumpul dari seluruh penjuru Indonesia, semua ksatria saling membahu untuk bisa bertahan dan lulus. Setelah lulus, para ksatria berharap agar diangkat menjadi pegawai di DJBC. Untuk lulus dari STAN, ada tiga tahun yang harus dilalui bersama. Dalam tiga tahun tersebut, ada beberapa ujian yang harus dijalani. Semua akan dilakukan bersama oleh 144 ksatria Frans Seda, tanpa seorang srikandi.
From Rawamangun to Bintaro
Bintaro adalah tempat yang paling sering menjadi tujuan mahasiswa Prodip III Kepabeanan dan Cukai. Ada banyak cara menuju Bintaro dari Rawamangun, namun para ksatria Frans Seda lebih mengidolakan memanfaatkan fasilitas busway dan Kereta Rel Listrik (KRL). Selain biaya yang lebih terjangkau, naik busway dan KRL dinilai lebih asyik dan seru. Para ksatria harus berdesakan dengan penumpang lain untuk berjuang mendapatkan busway dan KRL agar segera sampai di tujuan. Stasiun Jatinegara, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Pondok Ranji, Terminal Blok M adalah saksi bisu bagi perjuangan mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai.
Dengan kisah perjuangan dan cerita kehidupan yang berbeda-beda, mahasiswa STAN tetap memiliki satu cita, yaitu memajukan Kementerian Keuangan. Keberagaman ini akan memperkaya dan memperkokoh STAN. Perbedaan budaya akan menjadikan STAN sebagai kampus perjuangan yang penuh dengan warna. Dengan semangat persatuan, kami akan maju bersama demi Keuangan Negara. Jayalah almamaterku, SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar