Pages

Selasa, 30 Oktober 2012

Korupsi? Malu dong






Korupsi adalah satu kata yang mempunyai banyak arti. Arti kata korupsi secara harfiah ialah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.
Tentu sebagai pemuda yang bermoral kita harus sudah mulai MELEK dan harus MALU dengan korupsi.


Mengapa? 



Malu Kepada Allah
Korupsi adalah perbuatan madzmumah yang tidak disukai Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 188 yang arrtinya : Janganlah kalian memakan harta diantara kalian dengan jalan yang batil dengan cara mencari pembenarannya kepada hakim-hakim, agar kalian dapat memakan harta orang lain dengan cara dosa sedangkan kalian mengetahuinya.
Apa hukuman bagi koruptor?
Dalam Surat Al-Maidah ayat 38 Allah berfirman yang artinya : Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan potonglah tangan keduanya, sebagai balasan bagi pekerjaan keduanya, sebagai balasan dari Allah dan Allah Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Maidah : 38 )
Dari ayat tersebut sudah jelas Allah melarang korupsi. Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.

Malu Kepada Rasulullah
Korupsi adalah perbuatan tercela yang sangat dibenci Rasulullah SAW. Hal tersebut sudah jelas dibenci Rasulullah berdasarkan Hadist Riwayat Abu Daud: “ Barang siapa yang diangkat menjadi karyawan untuk mengerjakan sesuatu, dan kami beri upah menurut semestinya, maka apa yang ia ambil lebih dari upah yang semestinya adalah korupsi (ghulĂ»l )” .
Hadist tersebut menghimbau kita agar tidak mengambil upah yang tidak semestinya kita terima atau dengan kata lain KORUPSI. Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.

Malu Kepada Rakyat
Indonesia belum menjadi negara yang maju. Masih banyak kasus kelaparan melanda penduduk pribumi. Mereka semua rela melakukan apa saja demi sesuap nasi. Belum lagi kebutuhan yang lain. Sementara harga kebutuhan pokok, semakin lama semakin liar dan menggila tanpa memperdulikan mereka yang susah mencari sepeser uang demi menyambung hidup. Para pedagang kini hanya ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Tak peduli dengan saudaranya yang membutuhkan uluran tangannya. Apalagi para pejabat, mereka yang seharusnya memikirkan dan membantu rakyatnya justru menghabiskan uang yang menjadi hak para rakyat miskin.
Anggaran dana yang diperuntukkan oleh rakyat miskin tak segan mereka (para pejabat) habiskan demi kebutuhan pribadi. Para pejabat asyik pergi ke luar negeri, belanja barang-barang mewah tanpa memikirkan rakyatnya yang kelaparan. Padahal mereka tak akan pernah menjadi pejabat bila tak ada rakyat. Seharusnya para pejabat yang korupsi MALU kepada rakyatnya.
Sudah saatnya kita sebagai pemuda berperikemanusiaan menghentikan tindakan MEMALUKAN ini. Kita harus mengingatkan para pejabat yang memeras rakyatnya. Melalui teknologi yang canggih, kita akan semakin dipermudah mengkritik para pejabat, baik melalui facebook, email atau twitter. Kita juga harus membantu rakyat yang membutuhkan uluran tangan kita. Para pemuda Indonesia sudah harus mulai ambil tindakan demi terpenuhinya kebutuhan rakyat miskin. Kita bisa sisihkan sedikit uang jajan kita untuk disumbangkan. Ajak teman-teman di sekolah untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, bantuan akan lebih cepat terkumpul dengan banyak.
Jika kita nanti sudah menjadi generasi penerus di Indonesia, kita tak boleh sombong dan tak boleh melupakan mereka yang di bawah kita . Jika kita generasi muda Indonesia menjadi pemimpin dan pejabat Indonesia, kita harus membantu rakyat yang membutuhkan dan TIDAK MEMAKAN UANG RAKYAT.  Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.

Malu Kepada Keluarga
Bayangkan apa yang akan terjadi bila ada salah satu anggota keluarga kalian yang melakukan KORUPSI?
Tentu itu akan merusak citra keluarga. Keluarga yang tidak ikut campur juga akan tercemar namanya. Keluarga anda yang korupsi tersebut juga akan dijauhi keluarga.
Sangat banyak kerugian yang akan akan didapat seorang koruptor, khususnya di lingkungan keluarga. Tentu kita sebagai pemuda tak ingin menjadi sampah keluarga. Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.

Malu Kepada Diri Sendiri
Banggakah seorang koruptor itu? Nikmatkah itu? Memang jawabnya iya, namun hanya untuk sesaat. Untuk sementara memang korupsi itu enak, dapat banyak uang tanpa banyak bekerja keras. Namun tahukah kalian bahwa korupsi itu dilarang Allah SWT, dibenci Rasulullah, tidak disukai semua orang dan merugikan banyak orang?
Seharusnya para koruptor malu, mereka makan uang yang bukan haknya. Mereka makan uang haram yang seharusnya digunakan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan. Sungguh merugi para koruptor itu. Dan seharusnya mereka malu kepada diri mereka sendiri.
Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.




Tidak ada komentar: