Korupsi
adalah satu kata yang mempunyai banyak arti. Arti kata korupsi secara harfiah
ialah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak
bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau
memfitnah.
Tentu
sebagai pemuda yang bermoral kita harus sudah mulai MELEK dan harus MALU dengan
korupsi.
Mengapa?
Malu Kepada Allah
Korupsi adalah perbuatan madzmumah
yang tidak disukai Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat
Al-Baqarah ayat 188 yang arrtinya : Janganlah kalian memakan harta
diantara kalian dengan jalan yang batil dengan cara mencari pembenarannya
kepada hakim-hakim, agar kalian dapat memakan harta orang lain dengan cara dosa
sedangkan kalian mengetahuinya.
Apa
hukuman bagi koruptor?
Dalam
Surat Al-Maidah ayat 38 Allah berfirman yang artinya : Pencuri laki-laki dan
pencuri perempuan potonglah tangan keduanya, sebagai balasan bagi pekerjaan
keduanya, sebagai balasan dari Allah dan Allah Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.
( QS. Al-Maidah : 38 )
Dari
ayat tersebut sudah jelas Allah melarang korupsi. Maka, jadilah PEMUDA YANG
MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.
Malu Kepada
Rasulullah
Korupsi adalah perbuatan tercela
yang sangat dibenci Rasulullah SAW. Hal tersebut sudah jelas dibenci Rasulullah
berdasarkan Hadist Riwayat Abu Daud: “ Barang siapa yang diangkat menjadi
karyawan untuk mengerjakan sesuatu, dan kami beri upah menurut semestinya, maka
apa yang ia ambil lebih dari upah yang semestinya adalah korupsi (ghulĂ»l )” .
Hadist tersebut menghimbau kita agar
tidak mengambil upah yang tidak semestinya kita terima atau dengan kata lain
KORUPSI. Maka,
jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.
Malu Kepada Rakyat
Indonesia belum menjadi negara yang
maju. Masih banyak kasus kelaparan melanda penduduk pribumi. Mereka semua rela
melakukan apa saja demi sesuap nasi. Belum lagi kebutuhan yang lain. Sementara
harga kebutuhan pokok, semakin lama semakin liar dan menggila tanpa
memperdulikan mereka yang susah mencari sepeser uang demi menyambung hidup. Para
pedagang kini hanya ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Tak
peduli dengan saudaranya yang membutuhkan uluran tangannya. Apalagi para
pejabat, mereka yang seharusnya memikirkan dan membantu rakyatnya justru
menghabiskan uang yang menjadi hak para rakyat miskin.
Anggaran dana yang diperuntukkan
oleh rakyat miskin tak segan mereka (para pejabat) habiskan demi kebutuhan
pribadi. Para pejabat asyik pergi ke luar negeri, belanja barang-barang mewah
tanpa memikirkan rakyatnya yang kelaparan. Padahal mereka tak akan pernah menjadi
pejabat bila tak ada rakyat. Seharusnya para pejabat yang korupsi MALU kepada
rakyatnya.
Sudah saatnya kita sebagai pemuda
berperikemanusiaan menghentikan tindakan MEMALUKAN ini. Kita harus mengingatkan
para pejabat yang memeras rakyatnya. Melalui teknologi yang canggih, kita akan
semakin dipermudah mengkritik para pejabat, baik melalui facebook, email atau
twitter. Kita juga harus membantu rakyat yang membutuhkan uluran tangan kita. Para
pemuda Indonesia sudah harus mulai ambil tindakan demi terpenuhinya kebutuhan
rakyat miskin. Kita bisa sisihkan sedikit uang jajan kita untuk disumbangkan.
Ajak teman-teman di sekolah untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian,
bantuan akan lebih cepat terkumpul dengan banyak.
Jika kita nanti sudah menjadi generasi
penerus di Indonesia, kita tak boleh sombong dan tak boleh melupakan mereka
yang di bawah kita . Jika kita generasi muda Indonesia menjadi pemimpin dan
pejabat Indonesia, kita harus membantu rakyat yang membutuhkan dan TIDAK
MEMAKAN UANG RAKYAT. Maka, jadilah
PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.
Malu Kepada
Keluarga
Bayangkan apa yang akan terjadi bila
ada salah satu anggota keluarga kalian yang melakukan KORUPSI?
Tentu itu akan merusak citra keluarga. Keluarga yang tidak ikut campur juga akan tercemar namanya. Keluarga anda yang korupsi tersebut juga akan dijauhi keluarga.
Tentu itu akan merusak citra keluarga. Keluarga yang tidak ikut campur juga akan tercemar namanya. Keluarga anda yang korupsi tersebut juga akan dijauhi keluarga.
Sangat banyak kerugian yang akan
akan didapat seorang koruptor, khususnya di lingkungan keluarga. Tentu kita
sebagai pemuda tak ingin menjadi sampah keluarga. Maka, jadilah
PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.
Malu Kepada
Diri Sendiri
Banggakah seorang koruptor itu?
Nikmatkah itu? Memang jawabnya iya, namun hanya untuk sesaat. Untuk sementara
memang korupsi itu enak, dapat banyak uang tanpa banyak bekerja keras. Namun
tahukah kalian bahwa korupsi itu dilarang Allah SWT, dibenci Rasulullah, tidak
disukai semua orang dan merugikan banyak orang?
Seharusnya para koruptor malu, mereka makan uang yang bukan haknya. Mereka makan uang haram yang seharusnya digunakan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan. Sungguh merugi para koruptor itu. Dan seharusnya mereka malu kepada diri mereka sendiri. Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.
Seharusnya para koruptor malu, mereka makan uang yang bukan haknya. Mereka makan uang haram yang seharusnya digunakan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan. Sungguh merugi para koruptor itu. Dan seharusnya mereka malu kepada diri mereka sendiri. Maka, jadilah PEMUDA YANG MELEK HUKUM DAN MALU KORUPSI.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar