Pages

Rabu, 20 November 2013

Cahaya Masa Depan

Lebih dari sebulan sudah aku di sini, di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, tempat dimana 144 ARJUNA dari penjuru negeri menimba ilmu keuangan, khususnya ilmu Kepabeanan dan Cukai. Sebuah ilmu yang hanya bisa ditimba disini.
Ilmu Kepabeanan dan Cukai?
Ya, itu lah jurusan kuliahku saat ini. Di bawah naungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, spesialisasi D3 Kepabeanan dan Cukai siap mencetak pegawai yang nantinya akan menjadi pegawai DJBC (amiin), yang akan mengawasi ekspor-impor barang, pelarangan dan pembatasan barang demi terciptanya keseimbangan ekonomi dan keuangan negara. Bea cukai juga turut ambil bagian dalam pembatasan obat terlarang yang beredar di Indonesia, demi terciptanya generasi bangsa yang bersih dan sehat.

Mahasiswa Baru Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai



Flashback mode : on

Lulus SMA memang aku sempat dilanda kegalauan luar biasa. Bukan karena cinta, harta, tahta maupun wanita, tapi ini tentang masa. Memang saat itu aku hampir “frustasi” karena sangat sulit dan ketat masuk perguruan tinggi. Hingga akhirnya Allah berkehendak lain.

Kamis, 5 September 2013 adalah hari bersejarah dalam hidupku. Berkat takdir Allah yang didorong doa orang tua dan keluarga, dan ribuan ‘semangat’ dari sahabatku, aku lolos USM STAN 2013. Alhamdulillah.




Pencapaian ini memang tidak mudah untuk meraihnya. Aku harus berebut kursi dengan puluhan ribu siswa Indonesia yang ingin merasakan bangku kuliah STAN. Para calon punggawa keuangan Indonesia harus melalui tes tulis yang meliputi tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris. Untuk bisa mengikuti tes selanjutnya yaitu tes kesehatan dan kebugaran dan wawancara, setiap peserta harus bersaing mendapat nilai terbaik pada tes tulis. Tes kesehatan dan kebugaran meliputi check up kesehatan bagi para peserta USM STAN yang lolos tes tulis. Semua peserta harus berada dalam keadaan sehat untuk bisa menembus Kampus Ali Wardhana. Khusus yang beradu nasib di jurusan Kepabeanan dan Cukai , semua peserta yang memiliki penyakit, bermata minus, buta warna dan tinggi kurang dari 165 cm sudah pasti terlempar dari. Dan untuk spesialisasi lain, persyaratan fisik memang tidak seketat jurusan Kepabeanan dan Cukai, namun bukan berarti persaingan longgar.

Lolos STAN, semua peserta yang lolos USM STAN harus melakukan daftar ulang. Aku dan teman-teman yang ngakunya KEMPRO -sebuah nama wadah bagi Mahasiswa STAN asal Probolinggo- berangkat bersama ke Jakarta. (baca Tangerang Selatan :D)
Seminggu berlalu, Maba dan Miba STAN harus mengikuti DINAMIKA 2013 (Study Perdana Memasuki Kampus STAN 2013). Banyak maba-miba beranggapan DINAMIKA 2013 berat, banyak tugas dan membuat badan sakit. Tapi kalau dijalani dengan ikhlas dan senang hati, DINAMIKA 2013 jadi asyik, tidak seberat yang mereka katakana. Karena memang jika dibanding Leadership Training yang harus dijalani Maba Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai, DINAMIKA 2013 hanya sebuah akar dari pohon beringin. :D

 Flashback mode : Off


Memang sih mata kuliah disini agak aneh, khususnya bagi lulusan SMA IPA.
Kenapa?
Karena kita harus belajar akuntansi, ekonomi dan hukum yang sangat jarang kita sentuh selama di SMA. Belum lagi mata kuliah khusus Kepabeanan dan Cukai yang membuat kepala semakin pening.
Namun berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan dengan keinginan luhur semua mata kuliah itu bisa diterima kepala.
Sekarang tinggal beroda dan belajar agar semua yang dipelajari di sini tidak menjadi abu dari kertas. Ingatlah orang tua yang sudah ikhlas mendoakan. Ingatlah “peri kecil” yang sudah ikhlas berbagi semangat, hamasah, ganbatte dan lelah demi masa depan kita bersama.


Barakallah, Allah is always with us. Innallaha ma’anaa..

Tidak ada komentar: