Lebih dari sebulan sudah aku di sini, di Pusdiklat Bea dan
Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, tempat dimana 144 ARJUNA dari penjuru negeri
menimba ilmu keuangan, khususnya ilmu Kepabeanan dan Cukai. Sebuah ilmu yang
hanya bisa ditimba disini.
Ilmu Kepabeanan dan Cukai?
Ya, itu lah jurusan kuliahku saat ini. Di bawah naungan
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, spesialisasi D3 Kepabeanan dan Cukai siap
mencetak pegawai yang nantinya akan menjadi pegawai DJBC (amiin), yang akan
mengawasi ekspor-impor barang, pelarangan dan pembatasan barang demi
terciptanya keseimbangan ekonomi dan keuangan negara. Bea cukai juga turut
ambil bagian dalam pembatasan obat terlarang yang beredar di Indonesia, demi
terciptanya generasi bangsa yang bersih dan sehat.
![]() |
| Mahasiswa Baru Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai |
Flashback mode : on
Lulus SMA memang aku sempat dilanda kegalauan luar biasa.
Bukan karena cinta, harta, tahta maupun wanita, tapi ini tentang masa. Memang
saat itu aku hampir “frustasi” karena sangat sulit dan ketat masuk perguruan
tinggi. Hingga akhirnya Allah berkehendak lain.
Kamis, 5 September 2013 adalah hari bersejarah dalam
hidupku. Berkat takdir Allah yang didorong doa orang tua dan keluarga, dan
ribuan ‘semangat’ dari sahabatku, aku lolos USM STAN 2013. Alhamdulillah.
Pencapaian ini memang tidak mudah untuk meraihnya. Aku harus
berebut kursi dengan puluhan ribu siswa Indonesia yang ingin merasakan bangku
kuliah STAN. Para calon punggawa keuangan Indonesia harus melalui tes tulis
yang meliputi tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris. Untuk bisa
mengikuti tes selanjutnya yaitu tes kesehatan dan kebugaran dan wawancara,
setiap peserta harus bersaing mendapat nilai terbaik pada tes tulis. Tes
kesehatan dan kebugaran meliputi check up kesehatan bagi para peserta USM STAN
yang lolos tes tulis. Semua peserta harus berada dalam keadaan sehat untuk bisa
menembus Kampus Ali Wardhana. Khusus yang beradu nasib di jurusan Kepabeanan
dan Cukai , semua peserta yang memiliki penyakit, bermata minus, buta warna dan
tinggi kurang dari 165 cm sudah pasti terlempar dari. Dan untuk spesialisasi
lain, persyaratan fisik memang tidak seketat jurusan Kepabeanan dan Cukai,
namun bukan berarti persaingan longgar.
Lolos STAN, semua peserta yang lolos USM STAN harus melakukan
daftar ulang. Aku dan teman-teman yang ngakunya KEMPRO -sebuah nama wadah bagi
Mahasiswa STAN asal Probolinggo- berangkat bersama ke Jakarta. (baca Tangerang
Selatan :D)
Seminggu berlalu, Maba dan Miba STAN harus mengikuti
DINAMIKA 2013 (Study Perdana Memasuki Kampus STAN 2013). Banyak maba-miba
beranggapan DINAMIKA 2013 berat, banyak tugas dan membuat badan sakit. Tapi
kalau dijalani dengan ikhlas dan senang hati, DINAMIKA 2013 jadi asyik, tidak
seberat yang mereka katakana. Karena memang jika dibanding Leadership Training
yang harus dijalani Maba Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai, DINAMIKA 2013 hanya
sebuah akar dari pohon beringin. :D
Memang sih mata kuliah disini agak aneh, khususnya bagi
lulusan SMA IPA.
Kenapa?
Karena kita harus belajar akuntansi, ekonomi dan hukum yang
sangat jarang kita sentuh selama di SMA. Belum lagi mata kuliah khusus
Kepabeanan dan Cukai yang membuat kepala semakin pening.
Namun berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan
didorongkan dengan keinginan luhur semua mata kuliah itu bisa diterima kepala.
Sekarang tinggal beroda dan belajar agar semua yang
dipelajari di sini tidak menjadi abu dari kertas. Ingatlah orang tua yang sudah
ikhlas mendoakan. Ingatlah “peri kecil” yang sudah ikhlas berbagi semangat,
hamasah, ganbatte dan lelah demi masa depan kita bersama.
Barakallah, Allah is always with us. Innallaha ma’anaa..





Tidak ada komentar:
Posting Komentar