Pages

Selasa, 30 Oktober 2012

Semangat Sumpah Pemuda Semangat Anti Korupsi




Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh karena itu sudah seharusnya segenap rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda)

Adapun isi asli sumpah pemuda :
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Para pemuda Indonesia jaman dahulu berjuang tanpa henti menyatukan organisasi pemuda yang ada di seluruh nusantara yang masih bersifat kedaerahan. Tanpa ada rasa takut, mereka bertekad menyatukan bangsa Indonesia. Tanpa gentar, mereka berjuang demi negaranya, Indonesia.
*****
Kini, berkat rahmat Allah SWT, perjuangan para pahlawan pemuda jaman dahulu Indonesia menjadi negara yang merdeka. Negara yang mampu bersaing dengan negara lain. Negara yang memiliki sejuta keindahan dan sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun kekayaan itu justru disalahgunakan oleh para pejabat yang ada di Indonesia. Hasil bumi yang melimpah yang seharusnya disumbangkan kepada masyarakat di Indonesia malah dimanfaatkan pejabat tinggi untuk meraih keuntungan dengan cara yang salah yakni korupsi. Mereka semua dengan seenaknya makan uang rakyat. Tragisnya lagi hampir semua pihak turut serta meramaikan korupsi di Indonesia. Hal itu menyebabkan nama Indonesia dipandang buruk oleh negara lain.
Dari survey yang dilakukan oleh transparency.org, sebuah badan independen dari 146 negara, tercatat data 10 besar negara yang dinyatakan sebagai negara terkorup. Negara mana sajakah itu? Inilah sepuluh negara tersebut :
1. Azerbaijan
2. Bangladesh
3. Bolivia
4. Kamerun
5. Indonesia
6. Irak
7. Kenya
8. Nigeria
9. Pakistan
10. Rusia.



Indonesia menempati peringkat ke-5 negara terkorup di dunia, dan menjadi peringkat pertama di Asia Tenggara. Ini sangat memalukan. Miris memang, negara yang kaya akan bahan tambang dan sumberdaya nya ini, harus masuk daftar negara terkorup.
Hanya kita pemuda Indonesia yang bisa memperbaiki semua keadaan. Kita generasi muda penerus bangsa harus segera MELEK HUKUM memberantas KORUPSI yang ada di Indonesia. Kelak nasib Indonesia ada di tangan kita. Maju tidaknya negara ini kita lah yang menentukan. Jika sejak dini kita diajarkan untuk berbuat jujur, tak mengambil hak orang lain dan kita diajari untuk saling membantu dalam hal kebaikan, tentu nanti Indonesia akan menjadi negara besar yang disegani negara lain. Semua pandangan buruk tentang Indonesia akan terhapus.

Sebagai pemuda harapan bangsa kita harus mulai menanamkan sikap ANTI KORUPSI sejak sekarang. Di sekolah-sekolah, telah banyak diadakan sosialisasi mengenai bahaya korupsi. Sudah banyak lembaga yang menghimbau agar kita tidak melakukan korupsi. KPK pun siap memberantas korupsi yang ada di Indonesia. UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juga menjadi mata-mata agar kita senantiasa tidak melakukan KORUPSI.

Majulah PEMUDA INDONESIA, melalui semangat SUMPAH PEMUDA MARI MELEK HUKUM dan BERANTAS KORUPSI.


“Beri Aku Sepuluh Pemuda, Maka Akan Kuguncangkan Dunia”, Ir Soekarno


sumber gambar : http://seputarkampus.comhttp://asgexpo2012.blogspot.com

Senin, 29 Oktober 2012

Biografi Irene Kharisma Sukandar


Irene Kharisma Sukandar lahir di Jakarta pada tanggal 7 April 1992. Ia adalah seorang pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) terhitung mulai Desember 2008.. Irene merupakan putri kedua dari tiga bersaudara, pasangan Singgih Heyzkel dan Cici Ratna Mulya. Kini ia duduk sebagai siswi kelas II SMA Nusantara, Jakarta. Tetapi, karena kesibukannya berlatih atau bertanding catur, terpaksa ia sering bolos sekolah. Lucunya, ia tidak hafal nama teman-teman sekelasnya. “Soalnya, frekuensi kita ketemu jarang. Bahkan, apa opini mereka tentang saya, saya nggak tahu banget,” katanya. Di luar kesibukannya bertanding atau berlatih catur, ia pun punya sederet hobi. Antara lain, membaca buku-buku sejarah, bermain biliard, mendengarkan musik instrumental dan acapella, atau lari pagi. Irene memang putri kebanggaan Indonesia. Apa cita-citanya? Sama seperti apa yang ia raih dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) dan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI), “Saya ingin meraih gelar Grand Master dan juara dunia,” katanya, tandas. 
Memang, awalnya Irene Kharisma Sukandar sempat menekuni olahraga tenis meja. Sebab, kebetulan ayahnya pemain tenis meja. Tapi orang tuanya kemudian membebaskannya memilih. Bahkan mendorongnya mendalami catur yang merupakan olah raga otak, dan ia lebih tertarik. Alasannya, selain mudah dimainkan, olahraga ini juga dapat menambah tingkat intelegensia. “Saya memang lebih suka catur ketimbang olahraga fisik. Lagi pula kakak saya, Kaisar ‘kan juga pemain catur,” katanya. Awalnya Irene mengikuti kejuaraan catur pada kejurnas catur tahun 1999 di Bekasi, Jawa Barat, tim Sumatera Selatan kekurangan satu pemain. Ia pun akhirnya didaftarkan oleh tim Sumsel. Itulah awal keikutsertaannya dalam event nasional. Karena baru beberapa bulan mengenal catur, hasil yang dicapai di kejurnas itu memang belum menggembirakan. Ia sama sekali tidak memperoleh nilai. Tapi, sejak itu Irene Kharisma Sukandar merasa tertantang. Maka, mulailah ia serius belajar catur sampai akhirnya masuk Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Bekasi.
Sudah enam tahun Irene berlatih dan belajar catur di SCUA Bekasi, milik pengusaha yang juga penggila catur, Ir Eka Putra Wirya. Di sekolah ini ia ditangani mantan pecatur nasional, MI Ivan Situru. Meski baru enam tahun digembleng di SCUA, ia telah memperlihatkan kemampuannya. Bahkan sulit tertandingi oleh para pecatur perempuan lain di sekolah itu. Irene mengatakan dalam permainan catur diperlukan konsentrasi dan harus fokus. Pecatur, seperti atlet cabang olahraga apa pun, harus menunjukkan permainan terbaik dalam setiap pertandingan. Tapi, bukan sekadar ingin menang. “Kalau hanya berpikir ingin menang, jangkauan berpikir kita akan pendek. Kita akan cenderung mengabaikan kualitas permainan,” ujarnya dengan kebijakan yang mengagumkan. Baginya, apa pun hasil akhirnya, Irene Kharisma Sukandar harus menerima. Yang penting, kualitas permainan maksimal. Dengan begitu, “Kesan dalam setiap pertandingan bagi saya sama saja. Nggak ada yang terlalu wah, atau down sekali,” ujarnya, ringan.
Bagi Irene pun, catur merupakan permainan sulit. “Catur adalah permainan yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Tapi sampai sekarang belum terpecahkan. Misalnya, bagaimana cara menang yang benar,” katanya. Namun, bagaimana pun, catur ‘”katanya‘” adalah permainan dinamis. Banyak perkembangan baru yang harus diikuti. “Pokoknya, yang namanya ilmu catur itu nggak ada habisnya. Ada bermiliar-miliar strategi, dan bermiliar-miliar ide. Juga banyak sekali posisinya,” katanya. Bagi kebanyakan orang, catur mungkin cuma kegiatan mengisi waktu luang. Atau sekadar untuk bersantai. Tapi bagi Irene catur merupakan olahraga yang dirasa match dengan karakter dirinya.
Bakatnya dalam dunia catur memang luar biasa. Ia mengenal catur sejak usia tujuh tahun, tepatnya tahun 1999. Dua tahun kemudian, pada tahun 2001, di usia sembilan tahun ia telah meraih gelar Master Percasi (MP). Setelah itu, prestasinya terus berderet. Tahun 2002, ia memperoleh gelar Master Nasional Wanita (MNW). Bahkan, tahun 2004 ketika berlangsung Olimpiade Catur di Malorca, Spanyol, ia berhasil merebut gelar Master FIDE Wanita (MFW). Bukan saja itu. Ia juga meraih medali perak dalam arena yang melibatkan 864 peserta dari 107 negara. Sebelumnya ia juga meraih Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN (2002) di Singapura. Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003. Dua medali perak pada SEA Games Vietnam (2003). Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani (2003). Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol (2003). Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani (2004). Juga medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura (2004). Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke (2005). Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura.
Tentu, berbagai prestasi itu bukan karena faktor kebetulan. “Untuk itu, saya harus fokus, dan rajin latihan bertanding,” katanya. Baginya, kemenangannya dalam berbagai kompetisi dirasa sebagai prospek panjang untuk perkembangan kariernya di masa datang. Apalagi, kini ia memang sedang berada pada fase usia produktif untuk berprestasi. “Tetapi, satu atau dua tahun ke depan, mungkin agak beda. Otak pasti juga akan terpakai untuk hal-hal lain. Karena itu, sekarang saya emang fokus untuk satu cabang ini saja,” ujar pengidola Judith Polgar, pecatur Hungaria ini.

Prestasi
  • Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN 2002 di Singapura
  • Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003
  • Dua medali perak pada SEA Games Vietnam 2003
  • Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani 2003
  • Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol 2003
  • Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani 2004
  • Medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura 2004
  • Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke 2005. Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura
  • The Best Woman Player pada Malaysia Open 2008
  • Imbang 2-2 melawan IM Tania Sachdev dalam dwilomba JAPFA 2010
  • Juara 1 dalam Brunei Invitational IM Tournament 1 dan juara 2 dalam Brunei Invitational IM Tournament 2 di tahun 2010
  • Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Vietnam tahun 2012
Sumber :

Analisis Biografi Irene Kharisma Sukandar

Latar Belakang Irene Kharisma Sukandar Menekuni Catur
Awalnya Irene Kharisma Sukandar sempat menekuni olahraga tenis meja. Sebab, kebetulan ayahnya pemain tenis meja. Tapi orang tuanya kemudian membebaskannya memilih. Bahkan mendorongnya mendalami catur yang merupakan olah raga otak, dan ia lebih tertarik. Alasannya, selain mudah dimainkan, olahraga ini juga dapat menambah tingkat intelegensia. Irene mengaku bahwa diriny amemang lebih suka catur daripada olahraga fisik. Dia pun termotivasi Kaisar, kakaknya yang juga pemain catur.
Awalnya Irene mengikuti kejuaraan catur pada kejurnas catur tahun 1999 di Bekasi, Jawa Barat, tim Sumatera Selatan kekurangan satu pemain. Ia pun akhirnya didaftarkan oleh tim Sumsel. Itulah awal keikutsertaannya dalam event nasional. Karena baru beberapa bulan mengenal catur, hasil yang dicapai di kejurnas itu memang belum menggembirakan. Ia sama sekali tidak memperoleh nilai. Tapi, sejak itu Irene Kharisma Sukandar merasa tertantang. Maka, mulailah ia serius belajar catur sampai akhirnya masuk Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Bekasi. Itulah latar belakang Irene Kharisma Sukandar mencintai dan menekuni catur.

Pandangan hidup Irene Kharisma Sukandar
Irene menganggap catur merupakan permainan sulit. Menurut dia, catur adalah permainan yang sudah ada sejak berabad-abad lalu tapi sampai sekarang belum terpecahkan. Dia mengaku bahwa dia belum mengetahui secara pasti bagaimana cara menang yang benar. Meskipun dia seorang Grand Master, dia tak pernah menganggap dirinya hebat, dia tetap rendah dan menganggap bahwa dia belum tahu banyak tentang cara menang dengan benar.
Irene berpendapat bahwa catur adalah permainan dinamis karena banyak perkembangan baru yang harus diikuti. Ada bermiliar-miliar strategi, dan bermiliar-miliar ide yang masih bisa ditemukan.  Posisi yang mungkin terjadi juga tak terbatas jumlahnya. Namun, dia menganggap catur adalah olahraga yang sesuai dengan karakter dirinya.

Perjuangan Irene Kharisma Sukandar
Perjalanan Irene Kharisma Sukandar menjadi seorang Grand Master tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia harus rela sering tidak masuk sekolah untuk berlatih dan bertanding catur. Motivasi dari keluarganya juga menjadi faktor penting untuk menunjang dia menjadi pecatur yang handal. Dia pun harus digembleng di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Bekasi selama 6 tahun demi tercapai cita-citanya. Di sekolah milik pengusaha yang juga penggila catur, Ir Eka Putra Wirya ini, dia ditangani mantan pecatur nasional, MI Ivan Situru. Dia berhasil menjadi murid yang sulit tertandingi oleh para pecatur perempuan lain di sekolah itu. Irene adalah sosok yang rajin dan tekun berlatih dan mengikuti kompetisi catur.

Prestasi Irene Kharisma Sukandar
Meskipun usianya masih muda, Irene Kharisma Sukandar memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Pada tahun 2001, di usia sembilan tahun ia telah meraih gelar Master Percasi (MP). Tahun 2002, ia memperoleh gelar Master Nasional Wanita (MNW). Bahkan, tahun 2004 ketika berlangsung Olimpiade Catur di Malorca, Spanyol, ia berhasil merebut gelar Master FIDE Wanita (MFW).
Prestasi lain juga tak kalah membanggakan. Irene meraih medali perak dalam arena yang melibatkan 864 peserta dari 107 negara. Sebelumnya ia juga meraih Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN (2002) di Singapura. Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003. Mendapatkan medali perak pada SEA Games Vietnam (2003). Menempati peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani (2003). Meraih medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol (2003). Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani (2004). Dan memperoleh medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura (2004). Pada tahun 2005, ia juga menahan imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke, juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura.

Jasa Irene Kharisma Sukandar
Sangat banyak jasa yang telah diukir Irene Kharisma Sukandar. Mengharumkan nama bangsa di berbagai kontes catur dunia merupakan salah satu jasa yang besar bagi bangsa Indonesia. Jasa yang tak kalah penting adalah dia berhasil mengukir nama sebagai Grand Master Internasional Wanita (GMIW) pertama yang berasal dari Indonesia selain menjadi Master Nasional Wanita (MNW) dan menjadi Master FIDE Wanita (MFW).



Hal yang perlu diteladani dari Irene Kharisma Sukandar
Banyak hal yang perlu diteladani dari Irene Kharisma Sukandar. Selain semangatnya yang membara, perjuangan dan usahanya juga maksimal. Itulah yang membuat dia yakin dan bisa meraih cita-citanya menjadi seorang Grand Master.
Irene selalu fokus dan tekun dalam berlatih. Dia tak pernah menyerah ketika harus dikalahkan pemain lain dalam suatu pertandingan. Kekalahan itu akan dia jadikan motivasi untuk lebih baik kedepannya. Dan dia selalu optimis bahwa dia akan meraih mimpinya.

Refleksi
Seandainya saya menjadi Irene Kharisma Sukandar, akan saya tularkan semangat juang saya ke atlit-atlit catur yang ada di Indonesia. Saya akan memotivasi mereka agar mereka juga bisa mengharumkan nama Indonesia dibidang olahraga catur. Hal ini akan mengurangi anggapan buruk mengenai Indonesia yang ‘katanya’ negara kotor yang tak memiliki kekuatan. Melalui olahraga catur, kita harus membuktikan kepada dunia bahwa kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang ‘bisa dan cerdas’. Untuk memuluskan semuanya, saya juga ingin berbagi pengalaman dan menjadi guru  bagi mereka agar mereka lebih siap menghadapi persaingan dengan dunia luar yang semakin ketat.


Sabtu, 31 Desember 2011

Antara Pendidikan dan Teknologi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.” (id.wikipedia.org)

Pendidikan adalah kebutuhan pokok bagi setiap individu di dunia. Semua negara di dunia mewajibkan setiap bangsanya untuk mengenyam pendidikan, baik pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Tujuan pendidikan diwajibkan adalah agar semua penghuni negara bisa menjadi sumber daya manusia yang berguna bagi negaranya bahkan bagi dunia.

Di Indonesia, kini diwajibkan untuk mengenyam pendidikan minimal 9 tahun atau sampai jenjang SMP. Meskipun demikian, cukup banyak mereka yang menyenyam pendidikan sampai jenjang SMA, diploma bahkan sampai sarjana dan pasca-sarjana. Mereka semua harus bersaing untuk meraih pendidikan yang tinggi demi memperbanyak peluang mereka untuk mendapat pekerjaan dibandingkan dengan lapangan pekerjaan yang sangat terbatas.

Pendidikan bermanfaat tidak hanya untuk satu individu saja, pendidikan juga bisa menjadi alat ukur kemajuan negara. Seperti negara Amerika Serikat, disebut negara maju karena memiliki banyak penduduk yang berpendidikan tinggi dan China yang selalu memenangkan olimpiade dan olimpiade sains internasional.


Pendidikan dan Komputer

Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan pesat teknologi yang dapat menjadi fasilitas pendidikan. Komputer adalah salah satu produk teknologi yang berperan sangat besar dalam bidang pendidikan. Selain praktis digunakan, komputer juga memiliki fungsi yang sangat banyak. Komputer bisa digunakan untuk membuat sebuah presentasi menarik melalui program Microsoft Office Power Point. Komputer juga bisa digunakan untuk membuat animasi yang sangat menarik. Semua itu bisa digunuakan guru untuk menarik perhatian murid agar murid lebih senang mempelajari materi yang sedang diajarkan dan lebih memahami.

Awalnya, sekolah yang memiliki fasilitaas komputer sangatlah terbatas, hanya sekolah-sekolah elit di kota besar yang memiliki nya. Namun, karena tuntutan jaman, sekolah-sekolah di pinggiran kota pun memiliki fasilitas komputer. Tidak hanya jenjang SMA dan SMP, SD-SD di pelosok negeri pun banyak yang memanfaatkan fasilitas canggih ini. Seperti di SD Negeri Tongas Wetan 1, sebuah SD yang berada di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang mengenalkan dunia komputer sejak kelas 1 SD.

Komputer tak akan lengkap tanpa internet. Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). (id.wikipedia.org)

Banyak sekali provieder yang menyediakan jasa internet. Berbagai cara kita dapat mengakses internet, bisa melalui modem, line telepon, WiFi dan GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Pengaturan GPRS pada ponsel tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobyte) yang diunduh. (id.wikipedia.org).

Sebagai salah satu operator di Indonesia, tentunya XL juga menyediakan layanan untuk internet. Tarif internet XL sangat terjangkau bagi kantung Indonesia, khususnya bagi pelajar di Indonesia. Untuk mendapatkan akses internet dengan kecepatan hingga 3.6Mbps, kita bisa mengaktifkan paket harian dengan tarif Rp. 2000,00 untuk kuota 5 MB. Untuk paket mingguan, bisa diaktifkan dengan biaya Rp.10.000,00 untuk kuota 50 MB. Sedangkan untuk paket bulanan, kita cukup mengeluarkan Rp.25.000,00 untuk kuota 500 MB atau Rp. 99.000,00 untuk kuota 2,5 GB atau Rp. 199.000,00 untuk kuota 6 GB. (http://www.xl.co.id/Internet/PaketInternet)

Sangat terjangkau kan? Apalagi bagi kantung pelajar yang sangat membutuhkan akses internet dengan kecepatan tinggi.


Pendidikan dan Handphone

Selain komputer, Handphone juga berperan sangat besar dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Handphone telah menjadi kebutuhan utama para pelajar. Hampir semua pelajar di Indonesia memiliki handphone sebagai media komunikasi dan alat hiburan.

Telepon selular (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI). (id.wikipedia.org)

Handphone memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi dan fungsi sampingan sebagai alat hiburan. Sebagai alat komunikasi, handphone bisa untuk menelpon dan SMS. Pelajar sangat butuh berkomunikasi melalui telepon atau SMS baik untuk menanyakan PR, menanyakan tugas dan belajar bersama dari 2 tempat yang berbeda. Di sinilah peran HP dalam memajukan pendidikan.

Handphone memiliki peran yang cukup besar dalam memajukan pendidikan. Untuk itu fasilitas dari handphone dan operator perlu ditingkatkan. Operator harus menyediakan layanan yang terbaik, sinyal yang disediakan harus maksimal dan tarif yang disajikan harus minimal agar pelajar bisa hidup lebih praktis dan lebih hemat.

Fungsi sekunder dari handphone adalah sebagai media hiburan. Handphone bisa digunakan untuk menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G). Selain fitur-fitur tersebut, handphone sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di handphone tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer.

Jadi dengan handphone, selain mempermudah para pelajar untuk sharing tentang pendidikan juga bisa dijadikan media penghibur saat mereka jenuh.


Peran XL dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia

Sebagai penyedia layanan komunikasi, tentunya XL memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan semua bidang termasuk bidang pendidikan. Selain sebagai penyedia jasa internet yang saat ini dibutuhkan oleh banyak sekolah dan pelajar, XL juga mempermudah para pelajar untuk sharing tentang pendidikan melalui telepon dan SMS dengan biaya terjangkau dan sinyal kuat yang menembus daerah pelosok dan pedalaman di negeri ini. Tak heran, jika kini banyak pelajar dari desa terpencil yang mampu mengalahkan pelajar kota. Dengan berbagai fitur yang lengkap, XL turut memajukan pendidikan di Indonesia.

Tarif internet XL yang sangat terjangkau membuat para pelajar semakin mudah memperoleh informasi dari internet. Untuk mencari referensi tugas, karya tulis dan mencari materi pelajaran, tinggal hidupkan modem XL dan semua bisa didapat dengan cepat. Apabila sedang jenuh, ber-social networking menggunakan layanan XL sangatlah memuaskan, kita bisa bertukar informasi dengan teman melalui dunia maya dengan mudah.

XL memberikan banyak gratisan untuk SMS, hal itu dimanfaatkan para pelajar untuk saling bertukar informasi melalui SMS. Telepon menggunakan XL juga sangat murah, ada paket nelpon XL yang banyak memberi gratisan untuk menelpon. Hal itu sangat bermanfaat, apalagi bagi para pelajar yang harus hemat agar bisa menabung demi masa depan.

Yang paling penting dari semua layanan XL adalah sinyal XL yang mampu menembus daerah pinggiran kota dan pedalaman. Hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan pendidikan di daerah pinggiran kota dan pedalaman yang semula sangat sulit untuk melakukan komunikasi dengan dunia luar kini lebih mudah, yang semula tidak mengenal internet kini tak kalah dengan pelajar perkotaan. Mereka bisa mengukir prestasi yang hebat dan meraih cita-cita mereka yang sangat tinggi.

Terima kasih untuk XL yang telah berperan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Semoga XL bisa terus lebih baik dan lebih memajukan dunia pendidikan di Indonesia.