Pages

Selasa, 31 Desember 2013

Terima Kasih 2013

Beberapa detik lagi, 2013, tahun perjuangan, tahun penuh kenangan dan tahun penuh kejutan akan segera berakhir.

Banyak perjuangan yang telah dihadapi di tahun perjuangan ini. Ujian Nasional dengan sistem yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Ujian masuk perguruan tinggi yang lebih ketat dan sulit dari tahun sebelumnya. Kegagalan demi kegagalan telah banyak dialami, yang mengantarkan pada kesuksesan yang mana sebenarnya kesuksesan tersebut adalah awal dari perjuangan yang lebih berat dan lebih menantang.

Banyak kenangan yang telah diukir di tahun kenangan ini. Stasiun, lapangan, kuburan, kolam, monas, Istiqlal, STAN, kereta api, Pusdiklat Bea dan Cukai, Jakarta, ITS, Surabaya, Keputih, Malang, BDK Malang, Lapangan VEDC, Universitas Brawijaya, Probolinggo, Tongas, telah menjadi saksi bisa atas jutaan kenangan yang telah diukir.

Kejutan demi kejutan bermunculan di tahun penuh kejutan ini. Hadiah ulang tahun, lulus dari masa putih abu-abu, STAN, Bea Cukai, menjadi kado indah yang tak akan pernah terlupakan. Cinta, melengkapi kejutan indah tahun ini. Menemukan, mengenal, mendekati, menyayangi dan disayangi Puteri adalah peristiwa istimewa yang menjadi kejutan di tahun kejutan ini.

Terima kasih banyak 2013, terima kasih ayah, terima kasih ibu, terima kasih adikku, terima kasih keluargaku, terima kasih guru-guruku, terima kasih sahabatku, terima kasih Puteriku, terima kasih teman-teman terbaikku, terima kasih teman-temanku, terima kasih saudara-saudara muslimku, terima kasih dunia, terima kasih alam, terima kasih doanya, terima kasih semua yang telah mewarnai 2013-ku, memperindah 2013-ku, meramaikan 2013-ku, membuat 2013-ku tersenyum, menangis, tertawa, sedih, senang, bahagia, bangga, dan penuh ekspresi.

Terima Kasih 2013.

Rabu, 18 Desember 2013

Satu Kampus Dua Cerita Kehidupan


Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) adalah perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan. STAN memiliki Program Diploma I Keuangan spesialisasi Pajak dan spesialisasi Kepabeanan dan Cukai; Program Diploma III Keuangan spesialisasi Akuntansi, Pajak, Kepabeanan dan Cukai, Kebendaharaan Negara, Penilai dan Pengurusan Piutang dan Lelang Negara; dan Program Diploma IV Keuangan.

Kampus STAN berlokasi di Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, Banten. Khusus untuk Prodip III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, pendidikannya berlokasi di Pusdiklat Bea dan Cukai, Jl. Bojana Tirta III, Rawamangun, Jakarta Timur. Sementara Prodip I Keuangan Spesialisasi Pajak dan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, selain di kampus STAN, lokasi pendidikannya juga menyebar di Balai Diklat Keuangan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.


Sandang, Papan dan Pangan

Dibandingkan dengan mahasiswa di perguruan tinggi yang lain, mahasiswa STAN memiliki cara berpakaian yang lebih sopan dan rapi. Semua itu dibiasakan agar saat menjadi pegawai di Kementrian Keuangan nanti, budaya berpakaian yang sopan dan rapi bukan menjadi hal yang baru. Mahasiswa di Kampus STAN Bintaro pada hari Senin dan Rabu mengenakan kemeja putih dan celana hitam, pada hari Selasa dan Jumat mengenakan kemeja warna cerah dan celana warna gelap, sedangkan pada hari Kamis mengenakan kemeja batik. Bagi mahasiswa prodip III keuangan spesialisasi Kepabenan dan Cukai di Rawamangun, setiap hari harus memakai seragam Bea Cukai berwarna coklat lengkap dengan topi dan atribut lainnya. Namun sebelum dilantik, pakaian yang harus disandangkan adalah kemeja putih dan celana hitam.

Mahasiswa STAN di Bintaro secara umum bermarkas di Sarmili, Kalimongso, Ceger, Pondok Jurangmangu Indah (PJMI), Pondok Jaya (Ponjay) dan di Bintaro. Setiap daerah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Di Rawamangun, tempat bernaung mahasiswa STAN Prodip III Kepabeanan dan Cukai juga beragam. Sebagian besar berada di daerah Bujana Tirta, Rawamangun Muka Selatan, Gading Raya, Pisangan Lama dan Mugeni. Daerah-daerah tersebut juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang saling melengkapi.

Di kawasan kos sekitar Kampus STAN Bintaro, makanan cenderung lebih murah dibandingkan di kawasan kos sekitar Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun. Hal ini karena secara geografis, letak Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun berada di Kota Jakarta Timur sementara Kampus STAN di Tangerang Selatan. Atmosfer di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun-pun dipenuhi para pegawai DJBC yang memiliki saku lebih tebal dibanding mahasiswa STAN di Kampus STAN, hal ini juga menyebabkan biaya hidup di Rawamangun lebih mahal. Warung makan yang menjadi serbuan mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai karena terkenal nikmat dan murah antara lain Warung Jogja, Warung Ijo, Warung Nasi Uduk, Warteg Beni dan Warteg Ibu Tri. Kebanyakan, mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai mengidolakan Pisang Coklat (Piscok) dan jus sebagai jajanannya.


Dinamika dan Diklatsar Kepemimpinan

Studi Perdana Memasuki Kampus (DINAMIKA) adalah kegiatan perdana yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa STAN dari semua prodip. Dinamika bertujuan untuk mengenalkan kampus STAN kepada semua mahasiswa dan mahasiswi baru. Di kampus STAN Bintaro, dinamika diadakan selama seminggu. Ada banyak tugas yang harus diselesaikan para mahasiswa dan mahasiswi baru, semuanya harus dikerjakan dengan total dan maksimal. Fisik dan mental para mahasiswa dan mahasiswi baru ditempa agar menjadi baja yang selalu siap menjalani hari-hari di kampus Ali Wardhana. Setelah acara DINAMIKA, mahasiswa dan mahasiswi baru STAN dianggap telah siap untuk menuntut ilmu demi menjadi punggawa keuangan yang hebat.

Khusus untuk prodip III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, DINAMIKA selama seminggu dianggap belum memenuhi syarat dalam rangka memperbaiki mental dan fisik para prajuritnya. Di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun, para calon pegawai Bea Cukai ini masih harus menjalani rangkaian kegiatan yang lebih lama dan lebih menguras banyak tenaga dan pikiran. Acara tersebut dinamakan “Diklatsar Kepemimpinan” atau biasa disebut “Leadership Training (LT)”. Diklatsar Kepemimpinan diadakan lebih lama dari DINAMIKA. Jangka waktu berakhirnya Diklatsar Kepemimpinan tidak bisa ditentukan. Setiap angkatan jangka waktunya berbeda-beda, tergantung dari seberapa cepat angkatan tersebut mencapai indikator yang telah ditentukan. Semakin cepat kompak, bersatu, mengenal kawan satu angkatan dan mengenal senior, acara Diklatsar Kepemimpinan semakin cepat berakhir sehingga angkatan baru akan dilantik.


Apel dan Upacara Bendera

Pembeda utama dari Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai dengan spesialisasi yang lain adalah apel yang dilaksanakan setiap pagi, apel pulang dan upacara bendera setiap hari Senin pagi. Di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun, apel pagi dan apel pulang bersifat wajib. Semua mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, peserta Diklat Kesamaptaan dan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sedang diklat harus mengikuti apel sebagai sarana untuk mengabsen kelengkapan anggotanya. Apel dilaksanakan di lapangan di depan Gedung Padang Soedirjo. Dalam apel, pengambil apel atau pelatih dari kopassus akan memberikan update informasi terbaru dan memberikan pengarahan yang bermanfaat bagi para peserta apel. 

Di kampus STAN Bintaro, apel mulai dirintis sejak dimulainya tahun akademik 2013. Peserta apel adalah mahasiswa Prodip I Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai. Beberapa minggu kemudian, secara bergantian beberapa kelas Prodip III Spesialisasi Akuntansi diwajibkan untuk mengikuti apel.

Upacara bendera di lakukan di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun setiap hari Senin pagi. Bertindak sebagai petugas upacara adalah peserta Diklat Kesamaptaan dan pegawai DJBC yang sedang diklat. Inspektur upacara bendera adalah pejabat struktural dari Pusdiklat Bea dan Cukai.


Organisasi dan Kegiatan Kemahasiswaan

Di STAN, ada banyak organisasi kemahasiswaan dan elemen kampus diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Koperasi Mahasiswa (Kopma) STAN, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himas), Ikatan Mahasiswa Pajak (IMP), Himpunan Mahasiswa Penilai (HMP), Himpunan Mahasiswa Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (Hima-PPLN), Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran (Fokma), Komunitas Pajak dan Akuntansi Khusus (Kompak), Masjid Baitul Maal (MBM), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), Keluarga Mahasiswa Hindu dan Budha (KMHB), STAPALA, STAN English Club (SEC), KSR PMI Unit STAN, SPEAK STAN (SPESIALISASI ANTI KORUPSI STAN), Teater Alir, Voca Wardhana Choir, STAN Music Community. Sementara organisasi kemahasiswaan yang ada di Kampus Frans Seda Rawamangun adalah Korps Mahasiswa Bea dan Cukai (KMBC) dan Ikatan Mahasiswa Muslim Bea dan Cukai (IMMBC).

Kegiatan Kemahasiswaan di STAN Bintaro lebih beragam daripada di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun. UKM yang menjadi wadah minat dan bakat para mahasiswa STAN juga lebih beragam, sehingga untuk beberapa even mahasiswa dari Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai harus mengikuti di Bintaro, seperti DINAMIKA dan Pekan Mahasiswa (PEKMA).

Pekan mahasiswa STAN diadakan rutin setiap selesainya UTS. Ada banyak kejuaraan yang diperebutkan setiap spesialisasi. Semua bersaing di bidang olahraga, seni dan budaya untuk menunjukkan spesialisasi mana yang memiliki potensi terbaik dalam bidang tersebut. Pekan mahasiswa diadakan selama seminggu di Kampus STAN Bintaro, sehingga para penghuni Kampus Frans Seda di Rawamangun harus berhijrah sementara di Bintaro.

Kegiatan kemahasiswaan lain yang wajib diikuti mahasiswa STAN adalah Capacity Building. Dibagi kedalam 4 gelombang, peserta Capacity Building harus menjalani empat hari yang berbeda dengan hari biasanya. Dilatih oleh para KOPASSUS, para peserta harus tidur ditenda dan beralaskan tanah. Para peserta memang mendapat makan secara percuma, namun semua makanan harus bisa dihabiskan dalam dua puluh hitungan dari para pelatih. Capacity Building membentuk karakter mahasiswa STAN lebih disiplin, bergerak cepat, cinta tanah air dan mensyukuri nikmat Tuhan. Melalui Capacity Building, diharapkan setelah menjadi pegawai Kementerian Keuangan nanti, alumni STAN bisa merubah budaya buruk di Indonesia.


Budaya Salam, Senyum, Sapa dan Hormat

Sudah sejak lama budaya salam, senyum, sapa dan hormat diterapkan di Kampus Frans Seda Rawamangun. Setiap junior wajib memberi penghormatan kepada senior. Senior bukan hanya kakak tingkat semata, pejabat struktural, widyaiswara dan PKD pun merupakan senior yang harus dihormati oleh para juniornya. Jika mahasiswa bertemu dengan sesama mahasiswa, wajib hukumnya untuk saling tegur sapa dan memberi salam dibumbui dengan senyuman. Semua dilakukan agar rasa kekeluargaan, kekompakan dan kebersamaan semakin terbentuk dan melekat.

Di Kampus STAN Bintaro, budaya hormat mulai dibentuk sejak tahun akademik 2013. Melalui Capacity Building, para pelatih mengajarkan tata cara penghormatan dalam bermacam-macam situasi dan kondisi. Diharapkan warga Kampus Ali Wardhana tidak kalah dengan Warga Kampus Frans Seda dalam penerapan budaya salam, senyum, sapa dan hormat.


Survive Tanpa Srikandi

Tahun akademik 2013, mahasiswa STAN yang menempuh pendidikan di Rawamangun hanya ada 144 ksatria. Berkumpul dari seluruh penjuru Indonesia, semua ksatria saling membahu untuk bisa bertahan dan lulus. Setelah lulus, para ksatria berharap agar diangkat menjadi pegawai di DJBC. Untuk lulus dari STAN, ada tiga tahun yang harus dilalui bersama. Dalam tiga tahun tersebut, ada beberapa ujian yang harus dijalani. Semua akan dilakukan bersama oleh 144 ksatria Frans Seda, tanpa seorang srikandi.


From Rawamangun to Bintaro

Bintaro adalah tempat yang paling sering menjadi tujuan mahasiswa Prodip III Kepabeanan dan Cukai. Ada banyak cara menuju Bintaro dari Rawamangun, namun para ksatria Frans Seda lebih mengidolakan memanfaatkan fasilitas busway dan Kereta Rel Listrik (KRL). Selain biaya yang lebih terjangkau, naik busway dan KRL dinilai lebih asyik dan seru. Para ksatria harus berdesakan dengan penumpang lain untuk berjuang mendapatkan busway dan KRL agar segera sampai di tujuan. Stasiun Jatinegara, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Pondok Ranji, Terminal Blok M adalah saksi bisu bagi perjuangan mahasiswa Prodip III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai.


Dengan kisah perjuangan dan cerita kehidupan yang berbeda-beda, mahasiswa STAN tetap memiliki satu cita, yaitu memajukan Kementerian Keuangan. Keberagaman ini akan memperkaya dan memperkokoh STAN. Perbedaan budaya akan menjadikan STAN sebagai kampus perjuangan yang penuh dengan warna. Dengan semangat persatuan, kami akan maju bersama demi Keuangan Negara. Jayalah almamaterku, SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA.



Rabu, 11 Desember 2013

Hujan - Utopia

Rinai hujan basahi aku
temani sepi yang mengendap
kala aku mengingatmu
dan semua saat manis itu

Segalanya seperti mimpi
kujalani hidup sendiri
andai waktu berganti
aku tetap tak'kan berubah

Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri 

Selalu ada cerita
tersimpan di hatiku
tentang kau dan hujan
tentang cinta kita
yang mengalir seperti air

Aku selalu bahagia
saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu
untukku sendiri


Aku bisa tersenyum sepanjang hari
karena hujan pernah menahanmu disini
untukku

Rabu, 20 November 2013

Cahaya Masa Depan

Lebih dari sebulan sudah aku di sini, di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, tempat dimana 144 ARJUNA dari penjuru negeri menimba ilmu keuangan, khususnya ilmu Kepabeanan dan Cukai. Sebuah ilmu yang hanya bisa ditimba disini.
Ilmu Kepabeanan dan Cukai?
Ya, itu lah jurusan kuliahku saat ini. Di bawah naungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, spesialisasi D3 Kepabeanan dan Cukai siap mencetak pegawai yang nantinya akan menjadi pegawai DJBC (amiin), yang akan mengawasi ekspor-impor barang, pelarangan dan pembatasan barang demi terciptanya keseimbangan ekonomi dan keuangan negara. Bea cukai juga turut ambil bagian dalam pembatasan obat terlarang yang beredar di Indonesia, demi terciptanya generasi bangsa yang bersih dan sehat.

Mahasiswa Baru Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai



Flashback mode : on

Lulus SMA memang aku sempat dilanda kegalauan luar biasa. Bukan karena cinta, harta, tahta maupun wanita, tapi ini tentang masa. Memang saat itu aku hampir “frustasi” karena sangat sulit dan ketat masuk perguruan tinggi. Hingga akhirnya Allah berkehendak lain.

Kamis, 5 September 2013 adalah hari bersejarah dalam hidupku. Berkat takdir Allah yang didorong doa orang tua dan keluarga, dan ribuan ‘semangat’ dari sahabatku, aku lolos USM STAN 2013. Alhamdulillah.




Pencapaian ini memang tidak mudah untuk meraihnya. Aku harus berebut kursi dengan puluhan ribu siswa Indonesia yang ingin merasakan bangku kuliah STAN. Para calon punggawa keuangan Indonesia harus melalui tes tulis yang meliputi tes potensi akademik (TPA) dan tes bahasa Inggris. Untuk bisa mengikuti tes selanjutnya yaitu tes kesehatan dan kebugaran dan wawancara, setiap peserta harus bersaing mendapat nilai terbaik pada tes tulis. Tes kesehatan dan kebugaran meliputi check up kesehatan bagi para peserta USM STAN yang lolos tes tulis. Semua peserta harus berada dalam keadaan sehat untuk bisa menembus Kampus Ali Wardhana. Khusus yang beradu nasib di jurusan Kepabeanan dan Cukai , semua peserta yang memiliki penyakit, bermata minus, buta warna dan tinggi kurang dari 165 cm sudah pasti terlempar dari. Dan untuk spesialisasi lain, persyaratan fisik memang tidak seketat jurusan Kepabeanan dan Cukai, namun bukan berarti persaingan longgar.

Lolos STAN, semua peserta yang lolos USM STAN harus melakukan daftar ulang. Aku dan teman-teman yang ngakunya KEMPRO -sebuah nama wadah bagi Mahasiswa STAN asal Probolinggo- berangkat bersama ke Jakarta. (baca Tangerang Selatan :D)
Seminggu berlalu, Maba dan Miba STAN harus mengikuti DINAMIKA 2013 (Study Perdana Memasuki Kampus STAN 2013). Banyak maba-miba beranggapan DINAMIKA 2013 berat, banyak tugas dan membuat badan sakit. Tapi kalau dijalani dengan ikhlas dan senang hati, DINAMIKA 2013 jadi asyik, tidak seberat yang mereka katakana. Karena memang jika dibanding Leadership Training yang harus dijalani Maba Prodip 3 Kepabeanan dan Cukai, DINAMIKA 2013 hanya sebuah akar dari pohon beringin. :D

 Flashback mode : Off


Memang sih mata kuliah disini agak aneh, khususnya bagi lulusan SMA IPA.
Kenapa?
Karena kita harus belajar akuntansi, ekonomi dan hukum yang sangat jarang kita sentuh selama di SMA. Belum lagi mata kuliah khusus Kepabeanan dan Cukai yang membuat kepala semakin pening.
Namun berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan dengan keinginan luhur semua mata kuliah itu bisa diterima kepala.
Sekarang tinggal beroda dan belajar agar semua yang dipelajari di sini tidak menjadi abu dari kertas. Ingatlah orang tua yang sudah ikhlas mendoakan. Ingatlah “peri kecil” yang sudah ikhlas berbagi semangat, hamasah, ganbatte dan lelah demi masa depan kita bersama.


Barakallah, Allah is always with us. Innallaha ma’anaa..

Kamis, 20 Juni 2013

SBMPTN? Siapa Takut !

SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah salah satu jalur masuk PTN melalui tes tulis (=sebutan SNMPTN Tulis di era 2013).
Tes ini boleh disebut tes yang dikhususkan bagi manusia-manusia yang GAGAL merebut kursi SNMPTN. (gagal = sukses yang tertunda) :D

Memang, ini tes yang paling serem, paling ditakuti, paling nggak ditunggu, bahkan paling dibenci. Tapi kalau kita berpikir positif, SBMPTN itu seru sebenare. (mencoba menghibur diri) haha..
SBMPTN menuntut kita untuk menjadi orang cerdas yang selalu ingat tuhan dan bisa ngatur waktu.
gimana tidak?

ini rinciannya :

Selasa, 18 Juni 2013
Jam 08.00 - 09.00 tes TPA, jumlah soal 75
Jam 10.00-11.00 TKDU (Tes Kemampuan Dasar Umum)
Jumlah soal : 15 Matematika Dasar, 15 Bahasa Indonesia, 15 Bahasa Inggris

Rabu, 19 Juni 2013
Jam 08.00-09.30 tes Saintek
Jumlah soal : Matematika IPA 15, Fisika 15, Kimia 15, Biologi 15

Kerasa kan, soale uakeh, waktune setitik..
ya cuma Allah, doa orang tua dan ilmu kita yang bisa kita andalkan untuk mengerjakan soal-soal itu.

Hmm.. tapi nggak usah takut untuk tes itu, karena soal-soal yang disajikan nggak mudah kok :p (baca sulit) tapi coba deh dipikir, kalau soalnya sulit yang kesulitan kan bukan cuma kita, musuh-musuh kita kan juga kesulitan, so banyak-banyak berdoa saja biar sukses, amiin :D

Sekali lagi, hapus semua asumsi burukmu tentang SBMPTN, karena yang ikut tes ini memiliki banyak keuntungan, dan keuntungan itu hanya bisa didapat orang-orang CC yang ikut tes SBMPTN, bukan orang GG yang lolos SBMPTN. Ini dia keuntungannya :
1. Ilmu kita jadi bertambah, karena porsi belajar kita pasti lebih biar kita bisa lancar mengerjakannya.
2. Iman kita bertambah, gimana tidak? mendekati ujian pasti kita berdoa dan sholat kita ga bolong-bolong lagi, bahkan sholat-sholat sunnah pun akan dijalani. Dengan harapan Allah akan memudahkan jalan kita.
Saran nih ya : kalau bisa sholat dan doamu jangan hanya pas mau ujian aja, setiap haripun kalau bisa seperti saat sebelum ujian :)
3. Koneksi kita nambah, asal km suka ngoceh aja, ga malu cari temen pas ujian dan kalau bisa diakrapi.
Ujian kemaren aku nemu beberapa teman tidur yang sebelumnya belum kenal, sebut saja Edy, Dul dan Fuad.
Mereka dari Lamongan dan Jombang, so kalau kita mau ke kota itu kita nggak khawatir nyasar, kan tinggal calling mereka :D
Yang nggak kalah penting, peserta SBMPTN itu banyak juga loh yang cantik, hayoo bagi yang jomblo kan bisa kenalan nih, sapa tau tujuan hidupnya sama, kan enak tuh .
4. Kita semakin mandiri
Hidup lebih dari 2 hari di negeri (baca kota) orang akan membuat kita merasakan kehidupan yang sebenarnya. Kita jauh dari orang tua dan jauh dari teman-teman yang biasanya menyapa kita. Kita juga akan menyadari bahwa kehidupun itu ga ringan, banyak perjuangan yang harus dijalani untuk menjadi manusia sukses. Tes ini mengajarkan kita untuk terus bersabar dan berjuang.

Oke, tes selesai. Sekarang kita tinggal berdoa agar tanggal 12 nanti kita bisa mendengar kabar bahagia dan gembira.
Bismillah, semoga sukses kawan :D